Nikotin adalah senyawa kimia
organik kelompok alkaloid yang dihasilkan secara alami pada berbagai macam
tumbuhan, terutama suku terung-terungan (Solanaceae) seperti tembakau dan
tomat. Nikotin berkadar 0,3 sampai 5,0% dari berat kering tembakau berasal dari
hasil biosintesis di akar dan terakumulasi di daun. Nikotin
merupakan racun saraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai
jenis insektisida. Pada konsentrasi rendah, zat ini dapat menimbulkan
kecanduan, khususnya pada rokok. Nikotin memiliki daya karsinogenik terbatas
yang menjadi penghambat kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker, akan
tetapi nikotin tidak menyebabkan perkembangan sel-sel sehat menjadi sel-sel
kanker.
Nikotin dapat membahayakan dalam cairan darah
atau plasma antara 40 – 50 ng/ml.Efek nikotin menyebabkan perangsangan terhadap
hormon kathekolamin (adrenalin) yang bersifat memacu jantung dan tekanan darah.
Jantung tidak diberikan kesempatan istirahat dan tekanan darah akan semakin
meninggi, berakibat timbulnya hipertensi.
Nikotin sangat mempengaruhi dan
dapat mengubah fungsi otak dan tubuh kita. Nikotin membuat si perokok merasa
relaks dan kemuadian merasa lebih energik dan bersemangat, atau sebaliknya. Efek
ini umum dikenal sebagai biphase effect. Sialnya,
semakin sering seseorang merokok, akan semakin merasa ketagihan dan bertambah
pula dosis yang akan kita gunakan.
Saat seseorang menghisap sebatang rokok, nikotin akan diserap dalam tubuh
(darah), diringi dengan pelepasan Adrenalin dan pemblokade-an hormone insulin.
Adrenalin lebih dikenal sebagai hormon "Fight or Flight". Hal-hal yang dialami saat menghirup
nikotin adalah :
* Detak jantung yang sangat cepat
* Meningkatnya tekanan darah
* Tarikan nafas yang berat dan cepat
Saat Adrenalin dilepas tubuh kita pun akan melepaskan cadangan glukosa ke dalam
darah. Kemudian, insulin akan memerintahkan sel tubuh untuk menyerap kelebihan
glukosa dalam darah. Efek ini sering disebut sebagai hyperglycaemic, yaitu
tingginya kadar gula dalam darah. Inilah alasan kenapa saat merokok, seseorang
tidak merasa lapar dan akan tahan untuk tidak makan selama berjam-jam. Lebih
banyak dijumpai perokok yang berbadan kurus dibandingkan perokok yang kelebihan
berat badan.
Dalam jangka panjang, Nikotin dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah,
mengakibatkan si perokok, walaupun sudah lama berhenti merokok, sangat rentan
terhadap serangan jantung dan stroke. Ini sebagai akibat dari rusaknya pembuluh
arteri dalam darah, yang salah satu fungsinya, mengedarkan oksigen ke seluruh
tubuh.
Di dalam otak, sebagai respon terhadap Nikotin, otak akan memerintahkan tubuh
untuk membuat zat endorphin lebih banyak lagi. Endorphin adalah senyawa protein
yang lebih tepat disebut sebagai body’s natural pain killer. Struktur kimia
Endorphin tidaklah jauh berbeda dengan painkiller kelas atas seperti morphine.
Endorhpin dapat membuat seseorang merasa relaks dan euphoria. Terkadang,
merokok (endorphin) dapat menstimulus sex anda. Contohnya, saya teringat saat
nge-date. Tiba-tiba si cewek meminta rokok. Alasannya, ia merasa lebih hot dan
panas saat melakukan hubungan sex sambil menghisap rokok.
Bagaimana proses nikotin dapat
mempengaruhi sistem saraf pusat bagi seseorang
yang menghirup ataupun yang mengkonsumsinya ??
Balassss ya teman-teman ………



